Daftar Isi
- 1. Mangle Pasung
- 2. Mangle Susun
- 3. Mangle Sisir Bintang
- 4. Mayang Sari
- 5. Ronce Bawang Sebungkul
- 6. Tutup Sanggul Rambang Melati
- 7. Taburan Melati
- 8. Roncean Sedap Malam
- 9. Ronce pada Mahkota Gunungan
- Kesimpulan
Dalam tata rias ronce bunga pengantin Sunda Putri, setiap untaian bunga bukan sekadar aksesori pelengkap penampilan.
Masing-masing memiliki nama yang spesifik, posisi pemakaian yang telah ditentukan secara adat, dan makna filosofis yang dalam — diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Sunda selama berabad-abad.
Panjang untaian ronce umumnya berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, disesuaikan dengan proporsi dan posisi pemakaiannya.
Berikut adalah 9 jenis ronce bunga pengantin Sunda Putri yang wajib dipahami dan dikuasai oleh setiap MUA pengantin adat Sunda.
1. Mangle Pasung {#mangle-pasung}
Mangle Pasung adalah hiasan bunga berbentuk setengah lingkaran menyerupai bando yang dipasang di sekeliling sanggul bagian atas.
Jumlahnya selalu 5 atau 7 buah, dipasang dari belakang telinga kiri ke telinga kanan mengikuti lekukan sanggul.
Mangle Pasung terdiri dari dasar yang disebut Pinti — untaian bunga yang menyerupai bando dan melambangkan kesucian seorang gadis yang hendak memasuki kehidupan baru sebagai istri.
Di bagian tengah mangle pasung terdapat Panetep Bunga berbentuk bulat yang melambangkan ketepatan dalam mengambil keputusan penting dalam kehidupan.
Filosofi ini sangat relevan bagi pengantin yang akan memasuki fase baru kehidupannya — bahwa setiap keputusan dalam rumah tangga harus diambil dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan.
2. Mangle Susun {#mangle-susun}
Mangle Susun adalah untaian bunga yang memanjang di belakang telinga kanan pengantin wanita.
Susunannya yang bertumpuk rapi bukan tanpa alasan — panjang dan keteraturan mangle susun menyimbolkan rencana pekerjaan rumah tangga yang telah disusun dengan rapi dan teratur.
Ini adalah gambaran harapan agar sang istri mampu mengelola urusan rumah tangga dengan penuh perencanaan, keteraturan, dan tanggung jawab.
Dalam konteks kehidupan modern, makna ini tetap sangat relevan: seorang istri yang terorganisir adalah fondasi kekuatan sebuah keluarga.
3. Mangle Sisir Bintang {#mangle-sisir-bintang}
Mangle Sisir Bintang adalah hiasan bunga (sebagai bagian dari Ronce Bunga Pengantin Sunda Putri) berbentuk bintang yang dipasang secara simetris di bagian kanan dan kiri sanggul pengantin.
Penempatannya yang seimbang di dua sisi menciptakan harmoni visual yang anggun sekaligus menyampaikan pesan yang indah.
Maknanya sangat puitis: simbol harapan agar kehidupan rumah tangga yang akan dijalani seindah bintang yang bercahaya di tengah kegelapan malam.
Bintang dipilih sebagai simbol karena ia selalu hadir dan bersinar bahkan di malam yang paling gelap sekalipun — sebuah harapan agar cinta dan keharmonisan pasangan tidak pernah padam di tengah tantangan kehidupan.
4. Mayang Sari {#mayang-sari}
Mayang Sari, sebagai salah satu jenis Ronce Bunga Pengantin Sunda Putri adalah rangkaian bunga pendek yang disematkan di belakang telinga kiri pengantin — berseberangan secara simetris dengan Mangle Susun yang ada di telinga kanan.
Keseimbangan penempatan antara Mangle Susun dan Mayang Sari ini menciptakan harmoni yang bermakna: antara perencanaan (kanan) dan harapan spiritual (kiri).
Mayang Sari menyimpan doa yang tulus dan mendalam: sebuah harapan agar tidak ada perselisihan dalam rumah tangga yang akan dibangun oleh kedua mempelai.
Kehadiran ronce ini mengingatkan bahwa dalam membangun rumah tangga, menjaga ketenangan dan menghindari konflik adalah prioritas utama yang harus selalu dijaga bersama.
5. Ronce Bawang Sebungkul {#bawang-sebungkul}
Ronce Bawang Sebungkul adalah satu rangkaian bunga panjang yang disematkan pada bagian belakang telinga kanan dan kiri pengantin secara bersamaan.
Yang menjadi ciri khas utamanya: panjang ronce di telinga kanan dan kiri harus sama persis — tidak boleh ada yang lebih panjang atau lebih pendek.
Keseimbangan panjang ini bukan sekadar aturan estetika, melainkan sebuah pesan filosofis yang kuat: keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga.
Suami dan istri harus berjalan seiring dalam kesetaraan, saling menghormati, dan saling mendukung tanpa ada yang mendominasi atau direndahkan.
Ini adalah nilai kemanusiaan yang sangat universal, namun disampaikan dengan cara yang sangat indah melalui tradisi ronce.
6. Tutup Sanggul Rambang Melati {#tutup-sanggul}
Tutup Sanggul Rambang Melati adalah untaian melati yang berbentuk lebar seperti jala atau jaring untuk menutupi bagian atas sanggul pengantin.
Bentuk jala yang lebar dan menyebar ini bukan dipilih secara kebetulan.
Maknanya sangat praktis sekaligus penuh harapan: seorang perempuan yang memasuki kehidupan berumah tangga diharapkan pandai menabung, bijak mengelola keuangan keluarga, dan selalu mempersiapkan masa depan dengan cermat.
Seperti jala yang mampu menangkap banyak hal sekaligus, seorang istri yang cerdas secara finansial akan mampu menjaga kestabilan dan kesejahteraan keluarganya.
7. Taburan Melati {#taburan-melati}
Taburan Melati adalah kuntum-kuntum bunga melati yang ditaburkan langsung di atas sanggul dan kepala pengantin wanita, sebagai salah satu jenis Ronce Bunga Pengantin Sunda Putri..
Jumlahnya tidak sembarangan dan selalu memiliki makna yang spesifik: 5 atau 17 kuntum bunga melati.
Lima kuntum melambangkan Sholat 5 Waktu — pengingat bahwa fondasi kehidupan berumah tangga adalah ketaatan kepada Allah SWT.
Tujuh belas kuntum menyimbolkan jumlah rakaat sholat dalam satu hari penuh — pengingat bahwa setiap hari dalam kehidupan berumah tangga harus senantiasa dilandasi dengan ibadah dan doa.
Taburan Melati adalah perpaduan sempurna antara keindahan estetika dan keteguhan nilai spiritual dalam satu sentuhan sederhana namun sarat makna.
8. Roncean Sedap Malam {#sedap-malam}
Roncean Sedap Malam adalah ciri khas utama yang menjadi pembeda paling fundamental antara ronce bunga pengantin Sunda Putri dengan pengantin Sunda Siger.
Dalam Sunda Putri, roncean sedap malam digunakan sebagai untaian bunga utama — bukan melati seperti pada Sunda Siger.
Bunga sedap malam dipilih bukan tanpa alasan yang kuat.
Aromanya yang harum dan khas justru semakin kuat memancar di malam hari — sebuah simbol yang sangat bermakna tentang keteguhan dan kesetiaan yang tidak luntur oleh waktu.
Roncean sedap malam melambangkan harapan agar nama baik dan keharuman keluarga baru yang terbentuk senantiasa terjaga dan dikenal oleh masyarakat luas.
Selengkapnya tentang makna ronce dalam tradisi Sunda bisa kamu baca di RRI.co.id.
9. Ronce pada Mahkota Gunungan {#mahkota-gunungan}
Ronce Bunga Pengantin Sunda Putri yang disematkan langsung pada Mahkota Gunungan melambangkan kemurnian dan kesucian diri pengantin wanita yang akan memasuki babak baru dalam hidupnya.
Mahkota Gunungan sendiri adalah mahkota kecil berbentuk pohon hayat yang menjadi ciri khas pengantin Sunda Putri.
Tiga undukan pada mahkota melambangkan Cipta (pikiran), Rasa (perasaan), dan Karsa (kehendak) — tiga pilar keselarasan yang harus hadir dalam kehidupan berumah tangga.
Melalui Mahkota Gunungan, pengantin wanita Sunda Putri dimaknai sebagai Ratu sehari — perempuan yang paling agung, bijaksana, dan terhormat pada hari pernikahannya.
Ronce yang menghiasi mahkota ini adalah mahkota doa terindah yang bisa diberikan kepada seorang pengantin.
Kesimpulan {#kesimpulan-2}
Sembilan jenis ronce bunga pengantin Sunda Putri ini bukan sekadar hiasan kepala yang indah.
Masing-masing adalah untaian doa, harapan, dan kearifan leluhur yang disampaikan melalui keindahan bunga.
Menguasai nama, posisi, dan makna setiap ronce adalah kewajiban mutlak bagi MUA yang ingin benar-benar profesional di bidang tata rias pengantin adat Sunda.
Ingin belajar langsung dari instruktur berpengalaman? Kunjungi Program Kursus Medina Studio Tangerang dan mulai perjalananmu hari ini.

